PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
cpo

15 Desember 2020 - 09:26:53 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 321

Ini dia Sederet Kontribusi Minyak Sawit Bagi Indonesia

14 December 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, diakui atau tidak memiliki kontribusi yang tidak sedikit. Bahkan komoditas sawit mampu menyamakan atau bahkan melampui kontribusinya terhadap peningkatan devisa dibandingkan sektor migas.

Merujuk data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi dan ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2015 lalu produksi CPO dan minyak inti sawit (PKO) Indonesia mencapai 37 juta ton, dan sejumlah 27 juta ton di Ekspor, sementara di tahun 2019 produksi CPO dan PKO Indonesia telah mencapai 51,8 juta ton, dengan volume ekspor sekitar 37,3 juta ton.

Tercatat ekspor sawit tahun 2019 lalu didominasi ke negara China dengan volume ekspor mencapai 8,1 juta ton, disusul Uni Eropa sebanyak 5,7 juta ton dan India mencapai 5,1 juta ton.

Dari komposisi produk hulu dan hilir, ekspor minyak sawit Indonesia masih didominasi dengan produk hilir (produk turunan CPO, oleokimia dan biodiesel) mencapai sekitar 80%, sementara sisanya adalah ekspor dalam bentuk CPO.

Tulis majalah InfoSAWIT, dengan terus meningkatnya ekspor minyak sawit maka kontribusi minyak sawit terhadap pendapatan devisa negara ikut melonjak. Pada periode 2015-2019, nilai ekspor minyak sawit Indonesia rata-rata US$ 20 milyar.

Bahkan pada 2018 lalu merujuk laporan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko), total nilai ekspor minya sawit mencapai US$ 21,4 atau terbesar dan melebihi nilai ekspor migas.

Masih merujuk data dari Kemenko, pemerintah bahkan mengklaim kelapa sawit  mampu menyerap tenaga kerja cukup tinggi mencapai 4,2 juta tenaga kerja langsung dan sekitar 12 juta tenaga kerja tidak langsung.

Bahkan Kementerian Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM), telah memprediksi penghematan penggunaan biodiesel sawit, ketimbang mesti mengimpor solar berbasis fosil.

Misalnya tahun 2018 dengan penggunaan biodiesel sawit (FAME) sebanyak 3,7 juta Kl, maka akan ada penghematan US$ 1,89 milyar (Rp 27,2 triliun), untuk tahun 2019 dengan peggunaan FAME sebanyak 6,19 juta Kl diperkirakan bisa menghemat devisa US$ 3,12 milyar (Rp 44,9 triliun), lantas tahun 2020 dengan penggunaan FAME sekitar 9,6 juta Kl, maka akan ada penghematan sebanyak US$ 4,83 milyar (Rp 69,5 triliun). (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait