PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
cpo

15 Desember 2020 - 09:30:46 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 273

Impor Minyak Sawit India Diprediksi Melorot Menjadi 7,5 juta Ton di 2020

15 December 2020 | by : Administrator

InfoSAWIT, UNITED KINGDOM – Selama pandemi Covid-19 melanda, India telah menerapkan kebijakan lockdown semenjak 25 Maret 2020 lalu, pada kondisi ini dikatakan Senior editor dan Pengamat Kebijakan The Hindu Business Line, G. Chandrashekhar, banyak masyarakat India yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan, migrasi terjadi diatas 100 juta orang, pada masa ini rantai pasokan terganggu: pemrosesan, transportasi, tenaga kerja; serta terjadi panic buying oleh konsumen retail.

Harga eceran dari hampir semua produk makanan yang didapat dari impor meningkat 10-20% (minyak nabati, kacang-kacangan, rempah-rempah, buah-buahan kering), ini terjadi karena gangguan pasokan pada bulan April.

Permintaan terus menurun semenjak Maret dan memburuk pada April dan Mei. Untuk bisnis Horeka (Hotel, Retail dan Kafe) paling terkena dampaknya “Memang, India menghadapi tantangan sisi pasokan dan permintaan. Dan pasokan mulai membaik setelah ada kebijakan pelonggaran lockdown,” katanya dalam webinar yang diadakan Majalah Oil and Fats International, belum lama ini.

Kata Chandrashekhar, diperkirakan impor minyak nabati India akan menurun menjadi 13,5 juta ton (2019/2020), lebih rendah dibandingkan impor pada periode 2018/2019 yang mampu mencapai 15 juta ton.

Lantas untuk impor minyak sawit juga akan tercatat menurun menjadi 7,5 juta ton (2019/2020), lebih rendah dibandingkan impor minyak sawit pada periode 2018/2019 yang mencapai 9,2 juta ton. Kondisi penurunan ini juga terjadi pada impor kedelai yang hanya mencapai 3,3 juta ton, minyak bunga matahari sekitar 2,6 juta ton dan minyak nabati lainnya hanya mencapai 0,1 juta ton.

“Perlu menjadi catatan bahwa, pemerintah India ingin mengurangi ketergantungan pada impor, sebab itu berupaya meningkatkan budidaya perkebunan dan menjaga harga minyak nabati di dalam negeri,” kata dia. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait