PT. Perkebunan Nusantara XIII As a Knowledge-Based Agribusiness Company
Smoke
Foto : Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit

27 Januari 2021 - 08:56:58 | Unit Kerja : Kantor Direksi | by : uud | views : 663

Gangguan Alam di Sawit yang Tak Boleh Dibunuh

26 January 2021 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebenarnya bukan hanya gajah yang jadi tantangan bagi para petani sawit rakyat. Babi hutan dan ular juga mengancam nyawa mereka. Kadang-kadang beruang dan macan bisa juga melintas, namun sudah jarang kelihatan beberapa tahun belakangan ini.

Isah, istri Sunar, pernah bercerita hewan lain yang tidak kalah berbahaya, yaitu ular. Ular kobra berpotensi membunuh petani yang lengah lalu menginjaknya, terutama pada malam hari saat mengusir gajah. “Kemarin ada teman di Sebanga yang sampai pahanya menghitam dan terpaksa diamputasi. Ditunggu perawatan lama, tidak sembuh juga. Daripada kehilangan nyawa, lebih baik kehilangan kaki.” Isah berkisah. Walau luka amputasi sembuh, namun bertani adalah pekerjaan fisik. Kehilangan anggota tubuh jelas akan mempersulit mereka bekerja mencari nafkah.

Sesekali saat berjalan-jalan mengelilingi lahan sawit keluarga, saya masih bisa menyaksikan ular-ular lewat selintas. Walaupun mengancam nyawa, biasanya binatang ini tidak punya kepentingan mengganggu pohon sawit. Justru mereka hidup dari memangsa burung-burung dan tikus yang hidup sehat di antara dedaunan sawit yang lebat. Di Indonesia and Malaysia, sangat lazim bagi petani bekerjasama dengan hewan pemangsa tikus seperti ular dan burung hantu.

Ada pula jenis hewan seperti ulat api. Tampil bertubuh kecil gempal dengan warna mencolok tampak lucu memikat. Tapi sentuhan pada si ulat bisa berdampak panjang karena racun pada bulu-bulu tajam di tubuhnya. Tertusuk duri si ulat bisa berakibat bengkak dengan rasa nyeri hingga berminggu-minggu pemulihannya. Waktu yang lebih lama akan dibutuhkan bila si ulat sudah menyerang kebun hingga yang terlihat hanyalah kumpulan pohon sawit gundul dan tinggal lidinya saja. Pohon-pohon dengan kondisi ini biasanya akan mogok berbuah.

Namun petani tentu tak hilang akal menghadapi hama ini. Pembasmian secara alami biasa dilakukan melalui burung-burung karnivora atau mengembangbiakkan serangga predator seperti Synacus. (Hariadhi/anak petani kelapa sawit)

Sumber : https://www.infosawit.com



Berita : Terkait